SMS Center Dari AHMAD NURFIYANTO : E-KTP atas nama saya sudah jadi atau belum??? , Jawaban : KTP-el dlm proses antrian pencetakkan, di rencanakan yg sdh jadi akan kita kirim via desa/ kelurahan (disdukcapil) || Dari BRAMANTYO NUGROHO : Mohon info pak, apakah duplikat record data saya sudah dihapus? Apakah saya sudah bisa rekam ulang ektp? Trm ksh , Jawaban : NIK tsb statusnya masih dlm Proses penghapusan di pusat(disdukcapil) || Dari MUHAMMADNAILULMUNA : maaf apa ktp saya sudah jadi? , Jawaban : KTP-el dalam antrian proses cetak, di rencanakan yg sdh jadi akan kita kirim via desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari FAIZIN : E ktp nya kapan jadinya ? , Jawaban : KTP-el dalam proses antrian pencetakkan, di rencanakan yg sdh jadi akan kita kirim via desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari APRIKRISTANTO : mau tanya kalo mau cetak e-ktp blangkonya udah ada apa belum ya? , Jawaban : bagi yg sdh daftar, KTPel dlm proses antrian pencetakkan, di rencanakan yg sdh jadi kita krm via desa kelurahan(disdukcapil) || Dari NANDA U`TI ROKHIMASANI : apakah e-ktp saya sudah di cetak? Terimakasih , Jawaban : KTPel dlm antrian proses pencetakkan direncanakan yg sdh jadi akan kita kirim lewat desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari SISKA SARI : Berarti yang saya kumpulin di kepala desa belum sampai kecapil. Kalo mau bikin langsung ke capil apakah 1hr langs , Jawaban : kl blm pernah perekaman, silahkan ke disdukcapil dgn membawa ft copy KK, daftar, rekam dan pulang bawa surat keterangan(disdukcapil) || Dari SISKA SARI : Mohon informasinya el-ktp udah jadi belum ya? Soalnya saya dulu pernah ngumpulin data didesa. , Jawaban : Mohon maaf, foto KTPel di mana nggih? di aplikasi kami status belum perekaman(disdukcapil) || Dari ROUDLOTUL JANAH : apa syarat untuk memperbaiki data e-ktp yang salah? dan apa blangkonya sudah ada? , Jawaban : data KTP-el sumbernya dari data KK, jika ada perubahan data mohon di perbaiki dlu KK y di kecamatan(disdukcapil) || Dari DANARWULAN : Pak saya mau tanya, apa Ektp atas nama saya sudah jadi.? Kalau belum jadi kira2 kapan jadinya.? , Jawaban : KTP-el dalam antrian proses pencetakkan, di rencanakan yg sdh jadi akan kita kirim lewat desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari REZA : apakah e-ktp saya sudah jadi? Sdh 2 bulan saya mnunggu , Jawaban : KTP-el dalam antrian proses pencetakkan, di rencanakan yg sdh jadi akan kita kirim lewat desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari AFRIANA PUTRI ARUM SARI : Apa e-ktp saya sudah jadi? , Jawaban : KTP-el dalam proses antrian pencetakkan,di rencanakan stlh jadi akan kita kirim lewat desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari DIDIK ROMADHON : Pak mau tanya alur proses pembuatan E-KTP. Terima Kasih. , Jawaban : kl blm pernah perekaman KTP-el, monggo ke Disdukcapil dgn membawa ft copy KK,daftar langsung rekam data(disdukcapil) || Dari BRAMANTYO NUGROHO : Mohon info pak, apakah duplikat record data saya sudah dihapus? Apakah saya sudah bisa rekam ulang ektp? Trm ksh , Jawaban : status NIK masih dalam proses penghapusan oleh pusat(disdukcapil) || Dari BRAMANTYO NUGROHO : Mohon info pak, apakah duplikat record data saya sudah dihapus? Apakah saya sudah bisa rekam ulang ektp? Trm ksh , Jawaban : status masih blm di hapus oleh pusat(disdukcapil) || Dari LUKMAN : apakah nik saya masih trdftar sbg warga dusun pakunden?? , Jawaban : di database kami NIK tsb a.n Lukman Nur hakim, Pakunden Ngluwar RT/RW 002/009(disdukcapil) || Dari SITI MUBAROKAH : mohon informasi untuk pencetakan KTP apa sudah bisa/kapan ya bisa d ambil ? trimakasih , Jawaban : KTP-el dalam proses antrian pencetakan , di rencanakan yg sdh di cetak akan kita kirim melalui desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari NANDA U`TI ROKHIMASANI : apakah e-ktp saya sudah di cetak? Terimakasih , Jawaban : KTP-el dlm proses antrian cetak, di rencanakan KTP-el yg sdh jadi akan di kirim melalui desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari SIGIT TRIYOKO : apakah ektp saya sudah dicetak? , Jawaban : KTP-el dlm proses antrian cetak, di rencanakan KTP-el yg sdh jadi akan di kirim melalui desa/ kelurahan(disdukcapil) || Dari GATOT SUGIANTO : mohon info KTP-el sudah jadi apa belum, terimakasih , Jawaban : KTP-el dalam proses antri pencetakan, di rencanakan stlh jadi akan di kirim ke kantor desa/ kelurahan(disdukcapil) ||



Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa PDF Print E-mail
Written by Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika   
Saturday, 20 May 2017 10:53
Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa   

Jakarta– Presiden Joko Widodo (Jokowi) seringkali berpesan agar pemerintah fokus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas sehingga Indonesia bisa melakukan lompatan kemajuan dan mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain. Menurut prediksi, pada tahun 2040 Indonesia akan memiliki 195 juta penduduk usia produktif; dan 60 persen penduduk usia muda di tahun 2045 yang harus dikelola dengan baik agar menjadi bonus demografi demi terwujudnya Indonesia Emas pada 100 tahun kemerdekaan. 
“Kita harus mampu membalikkan piramida kualifikasi tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP menjadi sebuah tenaga kerja yang terdidik dan terampil,” tutur Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas tentang pendidikan dan pelatihan vokasi beberapa waktu lalu.
Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang terus menerus berkembang. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, proporsi pengangguran terbesar adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,84 persen. 
Melihat kondisi tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan perombakan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi, dan pemerintah harus melakukan reorientasi pendidikan dan pelatihan vokasi ke arah demand driven. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, Presiden menegaskan perlunya revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas SDM. Inpres tersebut menugaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat peta jalan pengembangan SMK; menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match).
Selain itu, Kemendikbud bertugas untuk dapat meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; meningkatkan kerjasama dengan kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan dunia industri; serta meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan membentuk kelompok kerja pengembangan SMK. 

Kesesuaian dan Keterkaitan dengan DUDI Jadi Kunci Revitalisasi SMK
Pada tahun 2017, telah ditunjuk 125 SMK yang memiliki bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu kemaritiman, pariwisata, pertanian (ketahanan pangan), dan industri kreatif, serta 94 SMK bidang keahlian lainnya yang juga mendukung prioritas pembangunan nasional. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), pemilihan keempat program studi yang menjadi fokus pengembangan SMK tersebut berdasarkan arah pembangunan ekonomi Indonesia. Empat sektor unggulan nasional tersebut diproyeksikan akan menyerap sejumlah besar tenaga kerja. 
Program Revitalisasi yang dilaksanakan oleh SMK percontohan meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan DUDI; inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan abad 21; pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; standarisasi sarana dan srasarana utama; pemutakhiran program kerja sama industri; pengelolaan dan penataan lembaga; serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.
Perbaikan dan penyelerasan kurikulum SMK akan memantapkan model kesesuaian dan keterkaitan (link and match) dengan DUDI. Kurikulum dirancang dengan berorientasi pada penggabungan antara instruction dan construction sehingga pendekatan utama dalam membentuk tahapan pembelajaran yang mengacu pada fase pembelajaran di sekolah ataupun praktik di industri dan berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diinginkan. Saat ini pemerintah melakukan penyelarasan kurikulum SMK yang mencakup pengembangan SMK 4 tahun yang memiliki nama kompetensi dan standar kompetensi lulusan (SKL) yang berbeda dengan SMK 3 tahun.
Adapun penyediaan pendidik kejuruan yang kompeten ditempuh melalui program sertifikasi keahlian ganda. Sampai dengan tahun 2019, Kemendikbud akan mentransformasi setidaknya 45 ribu guru normatif di SMK menjadi guru produktif. Selain itu, pemerintah mendorong program magang industri untuk guru produktif, serta meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan TIK untuk menunjang proses belajar mengajar.
Peningkatan kebekerjaan lulusan SMK akan didorong melalui pemberian sertifikasi kompetensi lulusan yang ditempuh melalui pengembangan SMK menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1). Pembentukan LSP-P1 difokuskan pada sekolah yang memiliki peserta didik >600. Saat ini SMK yang memiliki peserta didik >600 ada sekitar 4.000 SMK yang memiliki 90 persen total jumlah peserta didik SMK.  
Perluasan teaching factory di SMK dirancang agar mendorong inovasi dan produktivitas.“Dengan teaching factory, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai skill atau kemampuan teknis, tetapi juga sampai pada konsep pengembangan usaha,” ujar Mendikbud.
Diharapkan pada tahun 2020, melalui program revitalisasi SMK, akan terwujud kondisi sebagai berikut:
a. SMK melayani 5,5 juta siswa dengan pendidikan berbasis IT melalui 1.650 SMK Rujukan, 850 SMK Reguler, 3.300 SMK Aliansi serta 750 SMK Konsorsium; 
b. 80 persen tamatan SMK bekerja dibidangnya, 12 persen berwirausaha, dan 8 persen 1.650 SMK rujukan memiliki lisensi LSP-P1 dan membawahi 800 TUK bagi siswa dan aliansinya; 
c. 750 Teaching Factory dan Technopark di SMK berfungsi sebagai Rumah Inovasi; 
d. 1.000 Lembaga Kursus dan Pelatihan, serta 350 SMA Luar Biasa terintegrasi dengan SMK.
e. 45.000 Guru Keahlian Ganda dan 2500 Instuktur Kursus; 
f. 1,75 juta lulusan SMK, 1 juta lulusan Kursus dan Pelatihan, 1.200 lulusan SMA Luar Biasa memiliki sertifikat keahlian; 
g. SMK menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan menengah. 
Dalam pelaksanaan revitalisasi SMK, Kemendikbud bekerjasama dengan berbagai sektor, baik di pemerintahan, dunia usaha dan industri, serta lembaga non pemerintah dalam dan luar negeri. Selain Kemendikbud, Inpres nomor 9 tahun 2016 juga menugaskan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Perhubungan; Kementerian Badan Usaha Milik Negara; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; serta Kementerian Kesehatan. Sinergi antar pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk mewujudkan kualitas SDM yang produktif dan berdaya saing melalui pendidikan kejuruan dengan industri sebagai penghelanya.

Lomba Kompetensi Siswa, Ajang Unjuk Kebolehan Siswa SMK se-Indonesia 
Sebanyak 1.111 siswa SMK bersama 1.078 pendamping dari seluruh Indonesia berkumpul di Surakarta, Jawa Tengah dalam ajang nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke-25.  Selama lima hari, sejak 15 sampai dengan 19 Mei 2017, para siswa SMK mewakili sekolahnya mengikuti beragam lomba yang menguji keterampilan dan kompetensi di 56 bidang kompetensi keahlian. Pemenang LKS tahun ini akan menjadi wakil Indonesia di ajang World Skill Competition tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Rusia.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyatakan salah satu tolok ukur yang dapat digunakan untuk merespons masalah kualitas lulusan SMK adalah melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK.Disebutkannya, sekolah yang berhasil mengirimkan peserta didiknya ke ajang kompetisi tingkat nasional ini merupakan SMK terbaik di daerahnya.
“Oleh karena itu, dengan LKS ini diharapkan semakin banyak SMK yang terpacu untuk berkompetisi dan menghasilkan lulusan-lulusan terbaik pula”, ujar Dirjen Hamid dalam pembukaan LKS-SMK ke-25 di Gelanggang Olahraga Manahan, Surakarta, Senin (15-5-2017).
Selain lomba, Kemendikbud juga menyelenggarakan seminar internasional pendidikan vokasi bertajuk “Establish the Standard Quality of Vocational School Graduate to Face the ASEAN Qualification Skill Competencies” dalam rangkaian LKS-SMK kali ini. Seminar yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari guru, pemerintah daerah, akademisi, serta pelaku dunia usaha dan dunia industri ini diharapkan dapat membantu pelaku pendidikan kejuruan untuk mengindentifikasi strategi pengembangan lulusan SMK dan kualitas SMK di masing-masing regional, terutama hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. 
“Saya melihat acara seminar ini adalah ajang berbagi pengalaman dan praktik baik bagi setiap orang untuk membangun kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada acara pembukaan seminar internasional di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (16-5-2017).
Beberapa pembicara yang didatangkan dari luar negeri di antaranya adalah Catherine Moliac (Inspektur Pendidikan Nasional Perancis), John May (Sekretaris Jenderal The Duke of Edinburgh’s Award International Foundation), dan Volker Schimd (Kepala Penjualan se-Asia Pasifik PT Festo, Jerman), dan lainnya. Para pembicara yang berasal dari tanah air di antaranya adalah Gatot Hari Priowirjanto (Direktur Sekretariat SEAMEO), Ananto Kusuma Seta (Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing), dan Ravik Karsidi (Rektor Universitas Sebelas Maret).

**disiapkan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika, 17-05-2017

 
Hardiknas 2017: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas PDF Print E-mail
Written by Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika   
Wednesday, 03 May 2017 00:00
Hardiknas 2017: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas  

Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas        
Jakarta, Kemendikbud – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 mengambil tema “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk melakukan reformasi pendidikan nasional, dalam tataran konseptual maupun manajerial, demi terwujudnya pembangunan pendidikan yang dapat mengantar bangsa dan negara pada kejayaan di masa depan. 

“Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional. Pembentukan karakter harus menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutan upacara bendera peringatan Hardiknas di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (2-5-2017). 

Karakter yang kuat, menurut Mendikbud, akan menjadi fondasi yang kokoh bagi peserta didik masa kini. Kemudian disempurnakan dengan penguasaan berbagai keterampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21.Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN) diharapkan menjadi pintu masuk bergulirnya reformasi pendidikan, baik di lingkungan pusat, maupun di lingkungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, bahkan di lingkungan masyarakat dan keluarga.

Saat ini, Kemendikbud terus mengupayakan penyelarasan, penyatuan, dan pembauran bidang kebudayaan dengan pendidikan.Begitu juga dengan pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar di kelas, lingkungan sekolah, maupun yang ada di luar sekolah. Hal tersebut ditempuh untuk menghadirkan proses pembelajaran yang terbuka, luwes dan memberikan keleluasaan bagi para pelakunya. 

Menjelang Hardiknas tahun 2017, pada 27 April yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dan juga Undang-Undang Sistem Perbukuan. Kedua produk legislasi tersebut diharapkan mendukung reformasi pendidikan nasional yang digulirkan pemerintah.

Mendikbud menyampaikan bahwa kebudayaan telah menjadi akar dari pendidikan.Oleh karenanya, Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan menjadi acuan dalamupaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaanagar budaya Indonesia dapat tumbuh tangguh menghadapi arus perubahan.

Adapun Undang-Undang Sistem Perbukuan memiliki peran strategis bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan daya literasi masyarakat, khususnya peserta didik. Diharapkan, dengan sistem perbukuan yang baik akan dapat ditumbuhkembangkan budaya literasi yang semakin baik. “Pemenuhan pemilikan budaya literasi ini dapat didorong dan dikembangkan melalui ketersediaan buku yang bermutu, murah atau terjangkau, dan merata,” jelas Mendikbud.

Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Karakter di tahun 2017 ini akan menyasar setidaknya 1500 sekolah di seluruh Indonesia. Diharapkan sekolah di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) tersebut dapat menjadi percontohan penerapan praktik baik PPK bagi sekitarnya.

Lima nilai utama karakter yang menjadi prioritas pada PPK, terkait erat dengan berbagai program prioritas Kemendikbud di bidang pendidikan dan kebudayaan. Dicontohkan Mendikbud, rencana penguatan peran guru dan kepala sekolah yang saat ini disiapkan Kemendikbud mendorong revitalisasi peran dan fungsi kepala sekolah sebagai manajer dan guru sebagai inspirator PPK. 

Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain.

Adapun nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Sedangkan nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.

Dan nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan,memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral.

Dengan terjadinya pembelajaran berbasis penguatan karakter yang terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah diharapkan dapat menghadirkan generasi muda yang berdaya saing dan memiliki karakter positif.“Nilai utama karakter PPK tidak hanya menyasar para siswa, tetapi juga pada pendidik, dan orang tua sebagai pendidik utama dan pertama," jelasMendikbud.

Revitalisasi SMK dan Sasaran Prioritas Nasional 
Selain Penguatan Pendidikan Karakter dan Gerakan Literasi Nasional, di tahun 2017 Kemendikbud melakukan revitalisasi pendidikan menengah kejuruan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Menurut Presiden, peningkatan produktivitas generasi muda menjadi hal strategis yang perlu dikelola dengan baik agar Indonesia mampu memenangkan persaingan antarnegara di era pasar bebas. 

Perbaikan kurikulum dan metode pembelajaran agar lebih sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri, serta peningkatan kualitas pendidik melalui program magang dan sertifikasi keahlian ganda menjadi target revitalisasi SMK. Selain itu, untuk memudahkan proses sertifikasi kompetensi kepada para lulusan SMK ditempuh dengan program penetapan satuan pendidikan sebagai Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) Pihak Pertama. Tak kurang dari 1650 SMK di seluruh Indonesia menjadi target program penguatan kelembagaan tersebut.  

Peningkatan akses pada layanan pendidikan ditempuh dengan perbaikan sistem distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP).Sejak 2015, Program Indonesia Pintar (PIP) telah membantu lebih dari 19 juta anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia dapat terus bersekolah.Selain membantu meringankan beban personal peserta didik, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi wujud komitmen pemerintah dalam upaya penuntasan wajib belajar.Kemendikbud juga terus melaksanakan beragam kebijakan afirmasi seperti perbaikan dan penyediaan sarana fisik ruang belajar dan gedung sekolah, khususnya yang mengalami kerusakan berat ataupun yang berada di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Sinergi antara pelaku pendidikan dan kebudayaan menjadi kunci utama suksesnya pembangunan pendidikan nasional. Diungkapkan Mendikbud, reformasi pendidikan merupakan proses panjang dan perlu dilaksanakan secara sistematis, bertahap serta memerlukan partisipasi konstruktif. Penguatan peran dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan dilakukan melalui revitalisasi Komite Sekolah.

Refleksi Ajaran Bapak Pendidikan Nasional 
Pada momen Hardiknas, Mendikbud mengajak segenap insan pendidikan melakukan refleksi dan penghayatan kembali atas gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.Disebutkannya, hal tersebut menjadi dasar acuan visi dan misi Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan.

Dalam hal terkait kepemimpinan pendidikan, Mendikbud berpesan agar sosok pemimpin pendidikan tidak lupa untuk menerapkan konsep "Laku Telu", atau tiga peran yang dianjurkan Ki Hajar Dewantara secara utuh. Dalam bahasa Jawa, "Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani" yang artinya apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham atau inspirasi, dan apabila di belakang memberi dorongan. 

"Ketiga peran tersebut perlu dilaksanakan secara seksama, baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh," pesannya kepada para pendidik.

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari kita gerakkan reformasi pendidikan, wujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas.

**Disiapkan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika 

Last Updated on Saturday, 13 May 2017 10:09
 
Ayo Hormati Guru! Guru Indonesia Mulia Karena Karya PDF Print E-mail
Written by Bakohumas RI   
Friday, 25 November 2016 11:19
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Jakarta Guru bukan hanya sebuah pekerjaan yang dimaknai dengan tugas untuk mendidik anak-anak bangsa pada pendidikan formal saja. Guru adalah panggilan jiwa untuk membantu menyalakan pelita pengetahuan dan kebajikan di dalam diri setiap anak bangsa. Sebagai sebuah profesi yang menciptakan masa depan melalui karakter dan keterampilan generasi penerus bangsa, peran guru sangat strategis di dalam pembangunan nasional. 

"Guru adalah agen perubahan karakter bangsa. Bangsa ini harus menjadi bangsa pemenang, tetapi tetap memiliki keluhuran budi pekerti yang tinggi," diungkapkan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Guru Nasional di Senayan, Jakarta tahun lalu.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi gerakan menghormati guru. Disampaikannya, bahwa gerakan tersebut merupakan suatu cara bagi kita untuk kembali kepada karakter bangsa. Di tengah hiruk pikuk di masyarakat yang semakin mencerminkan memudarnya budaya kesantunan dan rendahnya budi pekerti, Presiden menghimbau agar Kemendikbud dapat meggiatkan gerakan menghormati dan memuliakan guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyampaikan bahwa guru adalah sosok yang memiliki sifat altruis. Disampaikannya, “Tidak ada satupun orang sukses di dunia ini yang kepas dari sentuhan guru. Seorang guru rela menjadikan muridnya menjadi orang sukses, bahkan ia ikhlas menjadikannya lebih sukses daripada anaknya sendiri."


Guru Indonesia Mulia Karena Karya

Sebagai seorang teladan, seorang guru terus menerus belajar. Melalui karya-karya nyatanya seorang guru akan dimuliakan. Pemerintah terus mendorong peran guru menjadi aktor strategis pendidikan nasional. Beragam penguatan kapasitas dan kompetensi dilakukan untuk menghadirkan guru yang mampu membimbing anak-anak bangsa menjadi generasi yang mampu bersaing di abad 21. Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan, "Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan. Di tengah, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Di belakang, seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan."

Di tahun 2015, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah menghadirkan para pendidik untuk daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) melalui program Guru Garis Depan (GGD) dan Sarjana Mendidik di 3T (SM-3T). Tercatat pada tahun 2015, sebanyak 797 GGD telah bertugas di empat Provinsi, 28 Kabupaten. Untuk tahun ini pemerintah direncanakan akan menempatkan sekitar 6.296 GGD di 28 Provinsi dan 93 Kabupaten. Sebagai program rintisan untuk GGD, di tahun 2016 ini, tercatat sebanyak 2.993 orang SM-3T telah bersedia mengabdi untuk bangsanya di bidang pendidikan; mereka telah ditugaskan di 20 Provinsi dan 56 Kabupaten di seluruh Indonesia.

Mendikbud mengajak kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Indonesia untuk bangga terhadap profesinya. “Harus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru sebagai pekerjaan yang profesional di masa yang akan datang, dan pemerintah akan terus mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional. Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri,” ujar Mendikbud.

Selain pemberian sertifikat profesi dan tunjangan profesi guru, pemerintah terus menggiatkan program pengembangan diri guru melalui Uji Kompetensi Guru (UKG), dan program Guru Pembelajar. Saat ini dalam upaya menjawab kebutuhan penyediaan guru produktif di Sekolah Menengah Kejuruan, Kemendikbud menyiapkan para guru adaptif untuk mendapatkan sertifikat keahlian ganda sehingga dapat berperan sebagai guru produktif.

 

Peringatan Hari Guru Nasional

Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada guru, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Peringatan HGN tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI tahun ini mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”.

“Perkenankan saya atas nama pribadi dan pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selamat memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016 dan HUT ke-71 PGRI,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam upacara bendera memperingati HGN 2016 dan HUT ke-71 PGRI, di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Selain upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional, Kemendikbud bersama Kementerian Agama dan organisasi profesi guru menyelenggarakan kegiatan Simposium Guru Nasional di Sentul International Convention Center (SICC) pada hari Sabtu (26/11/2016) yang diikuti sekitar 2000 orang guru dari seluruh Indonesia. Simposium tersebut merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan.

Puncak acara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2016, dan Hari Ulang Tahun ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, dan 11.000 orang guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 27 November 2016, di SICC, Sentul, Jawa Barat.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap peran guru dan upaya memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berjasa, Kemendikbud mengajak masyarakat untuk dapat menyampaikan ajakan menghormati dan memuliakan guru, serta mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui media sosial. Tagar #AyoHormatiGuru #TerimaKasihGuru menjadi penanda partisipasi masyarakat dalam perayaan Hari Guru Nasional tahun 2016. Lebih dari itu, kesadaran terhadap peran strategis guru juga disampaikan dalam tagar #GuruMuliaKarenaKarya. Ayo, sampaikan juga pesanmu!


(Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah)
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;}
Last Updated on Saturday, 13 May 2017 09:58
 
RUNDOWN HARI AKSARA KE 51 TINGKAT JAWA TENGAH DI KAB. MAGELANG PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 02 November 2016 09:09
Dalam Rangka Peringatan Hari Aksara Ke 51 Tingkat Jawa Tengah Tahun 2016 dan Gebyar SMK Tingkat Kabupaten Magelang

RUNDOWN KEGIATAN

Last Updated on Wednesday, 02 November 2016 09:48
 
Kabupaten Magelang Siapkan Hari Pertama Sekolah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 14 July 2016 15:33
Jelang tahun ajaran baru, Radio Gemilang Fm Kab Magelang mengadakan talkshow live dengan tema "Mempersiapkan Si Kecil Sambut Hari Pertama Sekolah" (14/7). Hadir sebagai nara sumber Fika Farani, S.Fil, M.Sc, Dosen Filsafat dan Praktisi Tumbuh Kembang Anak.

Fika Farani menyampaikan langkah mempersiapkan diri jelang pra sekolah salah satunya dengan cara sering mengajak anak ke lingkungan luar rumah seperti pasar, kantor, dsb agar anak terbiasa dengan berbagai kondisi lingkungan dan keramaian. Agar anak juga tidak kaget saat masuk sekolah yg lingkungannya heterogen. "Anak yang terbiasa diajak bersosialisasi ke luar rumah akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding anak lainnya yang hanya sering beraktivitas di dalam rumah", jelas Fika. Selain itu, anak juga terlatih untuk tidak selalu tergantung pada orang terdekatnya, yakni orang tua. Ia juga mau tidak mau harus berbagi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sifat malu pada anak pun perlahan akan pupus seiring dia terbiasa bertemu dengan banyak orang.

Persiapan teknis selanjutnya yang harus disiapkan oleh orang tua adalah dengan membiasakan anak bangun pagi, sebab sekolah memiliki aturan jam masuk, jam belajar, jam istirahat, dan jam pulang tersendiri. "Anak harus dilatih terbiasa dengan perubahan jadwal tersebut. Ngga bisa lagi main, makan, dan tidur sesuka hatinya", tegas Fika.

Penting juga bagi orang tua untuk mempersiapkan diri melepas anaknya untuk sekolah. Terkadang orang tua mencemaskan apakah anaknya akan diperlakukan dengan baik di sekolah, seperti makannya bagaimana, jika mau pipis bagaimana, dll. Fika meyakinkan agar orang tua mengikuti aturan yang ada di sekolah. Izinkan gurunya menyelesaikan masalah yang dialami anak. Orang tua cukup memperhatikan dari jauh.

Lantas, usia berapa anak seharusnya mulai sekolah? Fika menjelaskan, ada dua pendapat mengenai hal ini. Salah satu Psikolog Perkembangan, David Elkind berpendapat, jika orang tua mampu menyediakan pendidikan anak usia pra sekolah di rumah, cukup kompeten serta punya dedikasi, dalam arti punya cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus, sesungguhnya pre school tidaklah penting. Terlebih jika lingkungan rumah memungkinkan anak bermain dengan teman sebaya dan bertemu orang dewasa selain orang tua. Namun jika kondisi yang terjadi justru Kab Magelang Siapkan Hari Pertama Sekolah sebaliknya, itu tandanya preschool menjadi hal yang penting.

Sebaiknya anak mulai sekolah saat usianya menginjak 3 tahun. Di bawah itu, sebaiknya 'sekolah' di rumah dulu saja, karena tingkat kedewasaan anak-anak untuk menerima segala aktivitas disekolah belum ada. "Tapi kembali lagi keputusan ada pada orang tua. Jika memang anak di bawah usia 3 tahun harus sudah disekolahkan, misal karena kedua orang tuanya bekerja, dan tidak ada yang mengasuh anak di rumah, itu sah-sah saja"

Anak pun bisa memberi sinyal kapan ia siap masuk sekolah. Secara fisik, ketika anak sudah bisa berdiri seimbang, dengan kedua kakinya sendiri, itu salah satu tanda fisik anak sudah siap sekolah. Sinyal lainnya adalah anak mulai menunjukan sikap bosan terhadap aktivitasnya di rumah. Anak juga mulai bisa fokus dengan kegiatan bermainnya, seperti dia betah berlama-lama bermain balok, atau bisa mendeteksi ketika perutnya lapar, atau ketika ingin buang air. Anak juga menunjukan kemandirian diri dalam aktivitasnya, misal mandi sendiri, makan sendiri, memegang alat tulis, memusatkan pandangannya pada hal kecil, seperti memasang kancing baju. Kemudian pada saat dia bertanya sudah pada tingkat yang lebih kompleks, awalnya hanya bertanya "itu apa?" sekarang bergeser menjadi "Mengapa begini?" atau "Kenapa begitu?". "Itu tandanya anak sudah siap sekolah", terang Fika. Orang tua juga dianjurkan untuk selalu merangsang anak agar terus mengembangkan kemampuan motorik dan komunikasi anak.

Terakhir Fika berpesan agar orang tua membiarkan anak untuk mengeksplorasi lingkungannya, sampaikan pada anak bahwa sekolah bukanlah tempat yang menyeramkan, biarkan anak mengenal lingkungan barunya, jangan terlalu banyak dilarang jika anak ingin bermain di sekolah. Jika anak merasa takut untuk sekolah, orang tua sebaiknya mendengarkan keinginan dan perasaan anak, jangan memaksakan diri agar si anak mau masuk sekolah. BIarkan anak mengenal sekolahnya secara perlahan. "Kalau hari pertama si anak belum mau sekolah, nggak apa. Beri pengertian pada anak untuk hari ini nggak apa nggak sekolah, tapi besok ke sini lagi ya", pungkas Fika.
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Page 1 of 12