SMS Center Dari BURHANUDDIN : SAYA GURU DI MI KUNCEN SALAM MGL. MAU TANYA KONFIRMASI , APAKAH ADA SMS YG MENYATAKAN UNTUK MENGIRIMKAN DATA GURU HONOR , Jawaban : TIDAK, kami tidak mengadakan pendataan Guru Honorer, HATI-HATI MODUS PENIPUAN!!(bkd) || Dari EDI WASIS HARTONO : cara buat e ktp tapi udah punya ktp biasa , Jawaban : foto dan pengambilan data biometrik dlu di Disdukcapil dgn membawa ft copy KK terbaru(disdukcapil) || Dari ALEX DENI KISWARA : mau tanya prosedur pembuatan e-ktp apakah harus pakai surat pengantar dari desa? , Jawaban : utk pemula ckup dgn ft copy KK terbaru(disdukcapil) || Dari AHMADYUSUF : ktp hilang, cetak lg perlu surat pengantar kelurahan/kecamatan ga? , Jawaban : ckup dgn surat kehilangan dari kepolisian dan ft copy KK (disdukcapil) || Dari LARAS HANIFAH : maaf mau tanya, kalo buat E-KTP baru harus ke kantor Capil atau bisa di Kecamatan? , Jawaban : utk kec pakis, borobudur, ngablak, muntilan, salaman, ngluwar dapat di lakukan perekaman di kecamatan, dgn membawa ft copy KK terbaru(disdukcapil) || Dari ANITA : saya belum buat ektp,krn tdk dapat undangan,jika mau buat ektp bagaimana prosedur dan tata caranya,karena ktp saya mas , Jawaban : silahkan ke disdukcapil dengan menbawa ft copy KK terbaru, selanjutnya akan di lakukan perekaman Biometrik(disdukcapil) || Dari FRANSISKAPUJISRILESTARI : apakah ada pelayanan e-ktp di hari sabtu?sy mau ubah data,dan suami rekam data.dimana bisa urusnya?thx , Jawaban : ada, monggo silahkan datang ke disdukcapil sesuai jam kerja(disdukcapil) || Dari PRIYADI : saya sudah punya EKTP tp hilang krn sangat penting jd saya buat lg tp ktp..trus skrg kalau mau buat EKTP lagi bagaimana? , Jawaban : Silahkan ke disdukcapil dgn membawa KTP lama dan ft copy KK terbaru, tdk perlu di lakukan perekaman ulang tinggal cetak KTP-el y(disdukcapil) || Dari IGNATIUS RONNY WARDHANA : bagaimana proses penggantian tanda tangan e ktp?trims. , Jawaban : Silahkan datang ke disdukcapil dgn membawa KTP-el y, selanjutnya akan di lakukan perekaman ulang tanda tangan baru.(disdukcapil) || Dari MUHAMAD SULISTIYO : buat ektp di disdukcapil bisa 1 hari jadi?,thx , Jawaban : untuk rekam baru tidak bisa langsung jadi, untuk cetak krn perubahan data tergantung jaringan dan antrean pencetakan(disdukcapil) || Dari MUHAMAD SULISTIYO : maaf mau tanya,sya sudah pernah bwt ektp sblm nikah,hbs nikah dbuatkan ktp biasa,apa skrg tetap hrus buat , Jawaban : Segera mencetak KTP el Baru dengan membawa fc kk terbaru sesuai dng perubahan datanya dan KTP asli (disdukcapil) || Dari AGUS : sbntr lg bts akhir ektp,kpn ada jemput bola ektp di kec.srumbung? Kalau ke kota sgt jauh, bnyk yg mau rekam. , Jawaban : minggu ini baru jemput bola utk kec.Ngluwar dan Windusari,minggu depan ke kec Sawangan,utk kec lain baru kita jadwalkan(disdukcapil) || Dari BAYU : Nomor SKPWNI an istiardy bayu prasetyo NIK 3322192201850002 untuk tarik data Disdukcapil TangSel , Jawaban : SKPWNI a.n Istiardy bayu prasetyo tercetak pindah ke : Desa/ Kel Serua , RT/ RW 001/002 Kota Tangerang Selatan,monggo bisa di cek langsung ke capil mgl (disdukcapil) || Dari NENI : ktp sy rusak, apakah saya bisa mengganti ktp tsb? Dan apa syaratnya? , Jawaban : bisa, monggo silahkan ke kec atau ke Disdukcapil dgn membawa KTP-el yg rusak dan ft copy KK(disdukcapil) || Dari BAYU : surat pindah ke tangerang selatan ditolak karena pada berkas dr magelang salah isi tangerang saja , Jawaban : SKPWNI Disdukcapil Kab. magelang sudah sesuai dengan alamat pindah yaitu ke :Desa/ Kel SERUA , RT/ RW 001/002 KOTA TANGERANG SELATAN(disdukcapil) || Dari HSBAYU : sy penduduk luar mgl tp tinggal&krj di mgl,apa bs rekam ektp di mgl?ckp di kntr kcmtn ato hrs ke capil?mksh. , Jawaban : bisa dengan membawa Kartu Keluarga langsung ke Disdukcapil(disdukcapil) || Dari SINGGIH : kl mau ngajuan pentas seni d kabupaten apa dinas parisata kab magelang bs mefasilitasi , Jawaban : Untuk info lebih jelas monggo pinarak ke kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan menemui Seksi Kesenian. TERIMA KASIH(disparbud) || Dari YENI : cara menyewa tempat dimendut corner , Jawaban : Silahkan datang ke Dinas Perinkop dan UMKM karena pengelolaanya bukan di Dinas Pasar. Terima kasih(disdagsar) || Dari SEPTYO : Syarat untuk buat akta kelahiran bagaimana ya? , Jawaban : syrt Akte Kelahiran : srt kenal lahir dr desa, ft cp KK,srt Nikah, Ft cp KTP-el ortu,FT cp KTP-el 2 orang saksi(disdukcapil) || Dari NURUL KAROMAH : Ass... Mhn mf nderek tnya. Sya mendaftar BPJS online. Stlh NIK sy masukkan kok yg muncul Nama Yuli Ernawati. , Jawaban : NIK 3308146105900001di database kami maupun di data pusat sudah benar a.n Nurul Karomah,utk Yuli Ernawati NIK 3308146104900001, beda 1 angka, mhn di cek lg(disdukcapil) ||



Kabupaten Magelang Siapkan Hari Pertama Sekolah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 14 July 2016 15:33
Jelang tahun ajaran baru, Radio Gemilang Fm Kab Magelang mengadakan talkshow live dengan tema "Mempersiapkan Si Kecil Sambut Hari Pertama Sekolah" (14/7). Hadir sebagai nara sumber Fika Farani, S.Fil, M.Sc, Dosen Filsafat dan Praktisi Tumbuh Kembang Anak.

Fika Farani menyampaikan langkah mempersiapkan diri jelang pra sekolah salah satunya dengan cara sering mengajak anak ke lingkungan luar rumah seperti pasar, kantor, dsb agar anak terbiasa dengan berbagai kondisi lingkungan dan keramaian. Agar anak juga tidak kaget saat masuk sekolah yg lingkungannya heterogen. "Anak yang terbiasa diajak bersosialisasi ke luar rumah akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding anak lainnya yang hanya sering beraktivitas di dalam rumah", jelas Fika. Selain itu, anak juga terlatih untuk tidak selalu tergantung pada orang terdekatnya, yakni orang tua. Ia juga mau tidak mau harus berbagi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sifat malu pada anak pun perlahan akan pupus seiring dia terbiasa bertemu dengan banyak orang.

Persiapan teknis selanjutnya yang harus disiapkan oleh orang tua adalah dengan membiasakan anak bangun pagi, sebab sekolah memiliki aturan jam masuk, jam belajar, jam istirahat, dan jam pulang tersendiri. "Anak harus dilatih terbiasa dengan perubahan jadwal tersebut. Ngga bisa lagi main, makan, dan tidur sesuka hatinya", tegas Fika.

Penting juga bagi orang tua untuk mempersiapkan diri melepas anaknya untuk sekolah. Terkadang orang tua mencemaskan apakah anaknya akan diperlakukan dengan baik di sekolah, seperti makannya bagaimana, jika mau pipis bagaimana, dll. Fika meyakinkan agar orang tua mengikuti aturan yang ada di sekolah. Izinkan gurunya menyelesaikan masalah yang dialami anak. Orang tua cukup memperhatikan dari jauh.

Lantas, usia berapa anak seharusnya mulai sekolah? Fika menjelaskan, ada dua pendapat mengenai hal ini. Salah satu Psikolog Perkembangan, David Elkind berpendapat, jika orang tua mampu menyediakan pendidikan anak usia pra sekolah di rumah, cukup kompeten serta punya dedikasi, dalam arti punya cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus, sesungguhnya pre school tidaklah penting. Terlebih jika lingkungan rumah memungkinkan anak bermain dengan teman sebaya dan bertemu orang dewasa selain orang tua. Namun jika kondisi yang terjadi justru Kab Magelang Siapkan Hari Pertama Sekolah sebaliknya, itu tandanya preschool menjadi hal yang penting.

Sebaiknya anak mulai sekolah saat usianya menginjak 3 tahun. Di bawah itu, sebaiknya 'sekolah' di rumah dulu saja, karena tingkat kedewasaan anak-anak untuk menerima segala aktivitas disekolah belum ada. "Tapi kembali lagi keputusan ada pada orang tua. Jika memang anak di bawah usia 3 tahun harus sudah disekolahkan, misal karena kedua orang tuanya bekerja, dan tidak ada yang mengasuh anak di rumah, itu sah-sah saja"

Anak pun bisa memberi sinyal kapan ia siap masuk sekolah. Secara fisik, ketika anak sudah bisa berdiri seimbang, dengan kedua kakinya sendiri, itu salah satu tanda fisik anak sudah siap sekolah. Sinyal lainnya adalah anak mulai menunjukan sikap bosan terhadap aktivitasnya di rumah. Anak juga mulai bisa fokus dengan kegiatan bermainnya, seperti dia betah berlama-lama bermain balok, atau bisa mendeteksi ketika perutnya lapar, atau ketika ingin buang air. Anak juga menunjukan kemandirian diri dalam aktivitasnya, misal mandi sendiri, makan sendiri, memegang alat tulis, memusatkan pandangannya pada hal kecil, seperti memasang kancing baju. Kemudian pada saat dia bertanya sudah pada tingkat yang lebih kompleks, awalnya hanya bertanya "itu apa?" sekarang bergeser menjadi "Mengapa begini?" atau "Kenapa begitu?". "Itu tandanya anak sudah siap sekolah", terang Fika. Orang tua juga dianjurkan untuk selalu merangsang anak agar terus mengembangkan kemampuan motorik dan komunikasi anak.

Terakhir Fika berpesan agar orang tua membiarkan anak untuk mengeksplorasi lingkungannya, sampaikan pada anak bahwa sekolah bukanlah tempat yang menyeramkan, biarkan anak mengenal lingkungan barunya, jangan terlalu banyak dilarang jika anak ingin bermain di sekolah. Jika anak merasa takut untuk sekolah, orang tua sebaiknya mendengarkan keinginan dan perasaan anak, jangan memaksakan diri agar si anak mau masuk sekolah. BIarkan anak mengenal sekolahnya secara perlahan. "Kalau hari pertama si anak belum mau sekolah, nggak apa. Beri pengertian pada anak untuk hari ini nggak apa nggak sekolah, tapi besok ke sini lagi ya", pungkas Fika.
 
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SECARA ONLINE PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 13 June 2016 07:14


Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Magelang :

1. Pedoman Pelaksanaan PPDB Online

2. Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB

3. Jadwal Pelaksanaan PPDB Tahun 2016/2017


File Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tersebut Silahkan Bisa di Download



Bisa Anda Kunjungi Website di  PPDB Online Kabupaten Magelang.


Last Updated on Tuesday, 14 June 2016 10:21
 
BUPATI BERI MOTIVASI SISWA SD YANG LAGI UJIAN PDF Print E-mail
Written by Kendro-Humas Protokol   
Monday, 16 May 2016 14:16

Kota Mungkid, 16/5/2016. Bupati Magelang Zaenal Arifin memberikan motivasi kepada siswa SD yang sedang menempuh ujian Nasional dalam acara pemantauan ujian bersama jajaran Muspida. Dihadapan 13 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Dukun yang telah selesai melaksanakan ujian di hari pertama, Bupati meminta kepada para siswa di seluruh Kabupaten Magelang untuk mempersiapkan diri dengan baik yaitu dengan terus belajar dengan tekun apa yang akan dihadapi dalam ujian mendatang.

Bupati berharap ujian jangan dijadikan beban, namun anak-anak diminta untuk yakin dengan kemampuannya sendiri, mempersiapkan diri dengan belajar rajin “Yakin Kalian Pasti Bisa dan Lulus dengan Baik“ tegas Bupati.


Pada kesempatan tersebut Bupati Magelang juga meminta kepada para siswa untuk dapat nantinya terus dapat menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi, mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa ini. Kedepan bangsa ini harus dipimpin oleh orang yang pintar. Oleh karena itu dengan generasi yang cerdas maka bangsa ini akan menjadi semakin maju.

Drs. Haryono M.Pd, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Magelang mengatakan hari ini 19.525 siwa SD/MI mengikuti Ujian Nasional yang terbagi dan tersebar di 597 SD dan 352 MI  tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.


“kami berharap ujian tingkat SD kali ini dapat berjalan dengan lancar serta berhasil dengan baik” katanya. Pada kesempatan tersebut Bupati Magelang beserta jajaran Muspida juga melakukan pemantauan di SD Srumbung 2, dan MI Maarif Srumbung.


****pr dok kendro humasprotokol 5/2016 *****
Last Updated on Monday, 16 May 2016 18:40
 
Satu Cerita Dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Ma’arif “Jangan Kasihani Kami, Tapi Bantu Kami Tuk Bisa Mandiri” PDF Print E-mail
Written by Diskominfo   
Thursday, 12 May 2016 14:59
Sebuah Kisah Inspiratif Dari Dunia Pendidikan

Tuhan selalu meciptakan segala sesuatunya indah. Begitu pun dengan kondisi dan keadaan manusia. Sekalipun terkadang manusia lahir tanpa kesempurnaan fisik, pastilah ada rencana indah di balik itu semua. Hanya dengan cinta, kasih sayang, dan perhatian, kaum difabel memperoleh kepercayaan dirinya. Lingkungan yang positif juga mampu menyalurkan semangat bagi mereka.

Selengkapnya mari kita simak kisah SLB Ma’arif dalam mendidik kaum difabel.

SLB Ma’arif adalah sekolah khusus bagi kaum difabel yang didirikan sejak tahun 1984 oleh Alm. Sagimin Dirdjo Susanto. Pada awalnya Sagimin merasa iba melihat satu keluarga yang memiliki tiga orang anak tuna rungu, sehingga beliau berkeinginan untuk mendirikan sekolah khusus bagi anak yang kurang beruntung. Rasa empati dan peduli terhadap isu kemanusian telah mendorong Sagimin untuk merelakan rumahnya sebagai tempat belajar bagi kaum difabel.

Seiring dengan berjalannya waktu, sekolah yang didirikan oleh Sagimin mulai berkembang. Setiap tahunnya jumlah siswa di sekolah tersebut selalu meningkat. Kepala Sekolah SLB Maarif, Drs. Sugiranto, M.Pd menjelaskan, awalnya hanya anak tuna rungu yang bersekolah, namun selanjutnya anak tuna netra dan tuna grahita juga belajar di sekolah ini. Saat ini jumlah siswa SLB Ma’arif yang terdaftar secara resmi sebanyak 171 orang. Sedangkan jumlah tenaga pengajarnya sebanyak 25 orang. Kualifikasi pendidikan tenaga pengajar sebagian besar adalah lulusan PLB (Pendidikan Luar Biasa), beberapa lulusan S2 Pendidikan, dan juga masyarakat yang secara sukarela membantu.

Metode Belajar Sesuai Potensi Siswa

Bagi sebagian orang mengajar di Sekolah Luar Biasa mungkin terlihat melelahkan. Kemampuan siswa-siswanya yang berbeda dengan siswa sekolah umum, membuat  anggapan itu berkembang dalam masyarakat. Namun ternyata secara akademis proses pembelajarannya sama dengan sekolah umum.  Hanya saja sebelum masuk dan menjadi siswa tetap di sekolah tersebut, pihak sekolah akan melihat apa potensi yang masih dimiliki oleh sang anak. Potensi inilah yang akan menentukan strategi dan cara belajar yang  tepat bagi anak tersebut.


Ket : Kepala SLB Ma'Arif, Drs. Sugiranto, M.Pd.

Cara belajar untuk masing-masing anak berkebutuhan khusus tentu saja berbeda. Sugiranto menuturkan, masing-masing anak tuna memiliki metode belajar sendiri. Seperti anak tuna netra, dia memiliki pembelajaran kekhususan yakni Orientasi dan Mobilitas atau OM untuk mengenal lingkungannya. Bagaimana si anak menuju pasar, mengenal mobil, membedakan antara suara bus, truk dan sepeda motor. Bagaimana orang berjalan, guru berjalan, hingga suara detak sepatu. Itu semua dipelajari dalam OM. Untuk tuna rungu ada Bina Persepsi Diri dan Irama, untuk mengenal irama. Karena hidup anak tuna rungu serba sepi. Tidak mendengar apapun. Maka dengan pembelajaran Bina Persepsi Diri ini, si anak harus mengenal ketukan, langkah kaki, juga saat upacara bendera, dia harus tahu suara jalan orang yang sedang melangkah dalam upacara. Sedangkan bagi anak tuna grahita, yang ditanamkan pada mereka adalah kegiatan aktivitas sehari-hari atau Activity Daily Learning (ADL). Bagaimana dia harus memakai baju, celana, kaos kaki, sepatu dan menyisir rambut. Bagi siswa yang sudah meningkat kepribadian dan tanggung jawabnya akan diberikan pelajaran khusus, seperti membuat kue atau memasukkan produk dalam kemasan.

Sebagaimana sekolah pada umumnya, di SLB Maarif, jenjang SD dimulai kelas I hingga kelas VI, SMP dimulai dari kelas VII hingga kelas IX, dan SMA dimulai dari kelas X hingga XII.

Untuk menunjang kegiatan belajar dan pengembangan potensi siswa, SLB Ma’arif menyediakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari drum band, tenis meja, renang, bocce, atletik, hingga badminton. Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan para siswa dapat menggali lebih dalam bakatnya. Terlahir tidak dengan kesempuraan fisik, bukan berarti terlahir tanpa bakat. Kaum difabel tentu masih memiliki kesempatan untuk berkarya sesuai dengan potensi mereka.

Dari segi prestasi, SLB Ma’arif tidak perlu diragukan lagi. Layaknya visi mereka yang berbunyi “Anak berkebutuhan khusus yang berprestasi, berbudaya, dan bertaqwa pada Allah Swt”, kejuaraan tingkat lokal hingga nasional pun sudah diraih. Mulai dari juara 1 renang gaya bebas SOINA 2016, juara 1 tenis meja O2SN, juara 1 lari 100m O2SN, juara 1Bocce O2SN, juara 2 catur tuna netra dan masih banyak prestasi yang diukir.

Pengalaman Menarik Guru SLB Ma’arif

Ket : Guru Agama Islam, Penyandang Tuna Netra, Muh. Fuad Gufron, S.Pdi.

Tentunya bukan perkara mudah mengajari anak-anak kaum difabel. Guru-guru di SLB Ma’arif harus melakukan pendekatan khusus kepada muridnya. Pendekatan yang paling terutama adalah mereka harus dekat dengan gurunya terlebih dahulu, sehingga menimbulkan rasa suka pada gurunya. Kalau mereka sudah antipati pada gurunya maka yang timbul adalah kekecewaan dan si anak tidak ingin melakukan apapun yang diajarkan gurunya. Beda halnya jika si anak memiliki kecocokkan dengan gurunya, maka disuruh apapun, ia akan menurut dan bertumbuh dekat dengan gurunya.

Menjadi guru bagi kaum difabel ternyata mempunyai suka dan duka saat mengajar. Seperti halnya yang dialami Muh. Fuad Gufron, S.Pdi, guru agama islam yang juga menyandang disabilitas tuna netra. Fuad mengungkapkan kesannya mengajar anak-anak difabel adalah pengalaman menarik baginya yang mungkin tidak bisa ia rasakan di tempat lain. Begitu pula semangat para orang tua yang selalu setia mendampingi anak-anaknya di sekolah, memberi inspirasi dan motivasi tersendiri bagi Fuad.

Kebahagiaan seorang guru adalah saat melihat siswa-siswa mereka tumbuh besar dan bekerja secara mandiri. Sudah berkeluarga, memiliki anak, dan hidup seperti orang normal pada umumnya. Hal itu menjadi kenikmatan yang luar biasa dan tidak ada nilainya yang dirasakan oleh guru-guru SLB Ma’arif. Tentunya dibalik suka, rasa duka juga turut menghiasi lika-liku kehidupan para guru. Menjadi olok-olokan masyarakat dan dianggap rendah sebagai guru pengajar kaum difabel, adalah perasaaan yang sering dialami oleh guru SLB. Akan tetapi, mereka senantiasa tulus mengajar siswa-siswa agar mandiri dan percaya diri.

Cara meningkatkan kepercayaan diri siswa pun, guru perlu strategi khusus dan unik. Langkah pertama adalah percaya diri dan meyakinkan bahwa mereka bisa, seperti slogan yang mereka miliki “Jangan Kasihani Kami, Tapi Bantu Kami Tuk Bisa Mandiri”. Para guru selalu melatih anak didiknya agar selalu bersyukur, dan terus memberi motivasi bahwa mereka juga memiliki potensi diri yang lebih dari yang lain. Dengan itu mereka memiliki kepercayaan diri, dan berani melakukan yang terbaik. Sugiranto selalu menekankan pada muridnya, jangan sampai kelemahan itu membuat mereka lemah. “Walaupun kamu difabel, jangan sampai tanganmu berada di bawah, tetapi harus di atas dan menjadi orang yang berpengetahuan”, ujarnya. Selalu memotivasi anak-anak adalah yang terpenting. Kemampuan mereka bahkan luar biasa seperti membaca Al-quran dengan lebih baik daripada orang yang memiliki penglihatan normal. Kepercayaan diri mereka juga ditampilkan dalam acara-acara khusus, sehingga potensi mereka berkembang. Seperti salah satu anak didiknya yang tuna netra, namun berhasil juara main catur. Para difabel selalu juga diberikan ruang untuk mengembangkan potensinya.

Kekurangan Fisik Bukan Penghalang Cita-Cita Kami

Meskipun memiliki kekurangan fisik, ternyata siswa-siswi SLB Ma’arif tetap memiliki semangat yang menyala. Mereka dapat membuktikan bahwa ketidaksempurnaan fisik bukanlah alasan untuk menyerah. Mimpi dan cita-cita mereka tetap digantungkan setinggi langit. Dengan keyakinan yang teguh, mereka percaya bahwa mimpi itu tetap bisa mereka raih. Seperti halnya dua siswa tuna netra yang memiliki prestasi gemilang ini.


Ket : Kiri : Rohmat Abdul Bassar, Kanan : Muh Syafii , Anak Tuna Netra,Pelajar kls IV

Rohmat Abdul Basar, pelajar kelas IV SDLB Ma’arif ini memiliki hobi bermain catur dan sudah menjuarai berbagai lomba catur, padahal Rohmat adalah penyandang tuna netra. Tak kalah hebat dengan Rohmat, ada Muh Syafi’i atau yang akrab dipanggil Musa. Pelajar kelas IV SDLB Ma’arif ini juga menyandang tuna netra namun memiliki kepandaian menghafal ayat-ayat Al-Quran. Jika dewasa kelak, Musa pun bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an.

Orang tua yang dikaruniai anak difabel harus selalu memiliki semangat, syukur, dan rasa cinta sebagai bekal membesarkan anaknya. Tanpa cinta dan kasih sayang, anak difabel akan sulit memperoleh kepercayaan dirinya. Seperti halnya Fika, salah satu orang tua siswa tuna netra SLB Ma’arif . Menurutnya kebesaran hati dan rasa syukur kepada Tuhanlah yang menguatkan dia selama ini. Bagaimanapun keadaan sang putra, ia tetaplah anugerah yang layak mendapat cinta. Fika percaya bahwa keterbatasan fisik anaknya tidak akan menghalangi dia untuk tetap mandiri dan memiliki kehidupan normal.

Cerita Tentang Mimpi

Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, saat ini SLB Ma’arif sedang berusaha mengembangkan sekolahnya dengan memperluas area sekolah. Tanah yang menjadi lokasi sekolah itu dibeli seharga 1,5 miliyar. Alasan pembeliaan tanah karena jumlah pendaftar di SLB Ma’arif meningkat tajam. Rata-rata tiap tahun pelajaran ada 30 pendaftar. Padahal, guru dan ruang kelas yang tersedia sangat terbatas. Idealnya, 1 guru mengasuh 5 siswa tetapi pada kenyataannya 1 guru mengasuh 16 siswa.  Pembeliaan tanah itu dirasa menjadi solusi atas permasalahan sekolah. Tanah sudah terbeli dan sudah balik nama menjadi SLB Ma’arif Muntilan senilai Rp. 1,5 milyar rupiah. Pembayaran itu menggunakan uang hasil pengumpulan dari donatur dan meminjam di bank. Pihak sekolah berharap agar ada donatur atau dermawan pemerhati Anak Luar Biasa untuk membantu kekurangan dana tersebut.

23 tahun mengabdi di SLB Maarif, belum menjadi waktu yang cukup bagi Sugiranto, Sang Kepala Sekolah. Di luar itu, Ranto, begitu pria ini akrab dikenal, ternyata menyimpan mimpi yang begitu besar dalam hatinya. Sugiranto memimpikan adanya wadah atau perusahaan yang bisa menampung potensi anak-anak SLB. Sugiranto bermimpi, suatu saat ada satu perusahaan yang di dalamnya dikelola semua orang difabel, mungkin dibantu dengan orang normal untuk bagian administrasi dan keuangannya saja. “Betapa indahnya jika hal itu bisa terwujud", ujar Sugiranto sambil tersenyum.

Sahabat Gemilang, semangat untuk menolong sesama dan memperhatikan kaum yang lemah haruslah tertanam dalam hati kita. Bukan saatnya lagi kita mengejek, menjauhi, dan meremehkan kaum difabel. Mereka tetaplah ciptaan Tuhan yang memiliki kedudukan yang sama seperti kita. ***fanny rachmawati***
Last Updated on Monday, 16 May 2016 09:09
 
Evaluasi UN, Kemendikbud Dorong UN Berbasis Komputer Serentak Per Wilayah PDF Print E-mail
Written by Diskominfo - Fany R   
Tuesday, 12 April 2016 08:22
Jakarta, Kemendikbud --- Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 menggunakan dua metode, yaitu UN berbasis komputer (UNBK) dan UN  berbasis kertas dan pensil (UNKP). Jadwal keduanya pun berbeda. Perbedaan jadwal UNBK dan UNKP sempat menimbulkan kekhawatiran akan dugaan bocoran dari peserta UNKP yang lebih dulu menyelesaikan UN (tiga hari), kepada peserta UNBK yang memiliki jadwal lebih panjang (enam hari).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, selama variasi soal dalam UNBK tinggi, maka perbedaan jadwal ujian tidak
menjadi masalah. "Karena kalau menggunakan komputer, soal yang keluar bisa bervariasi, di jadwalnya pun bisa berbeda-beda. Seperti kalau ambil TOEFL
itu kan jadwalnya berbeda-beda. Yang sesuai jadwal saja, tidak harus sama," katanya dalam jumpa pers tentang evaluasi UN di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam. Ia mengatakan, naskah soal antara UNKP berbeda dengan soal UNBK yang variasinya lebih tinggi. Namun diakuinya, memang ada kemungkinan beberapa soal yang sama digunakan untuk UNKP maupun UNBK. “Itu bagian dari kebutuhan pengukuran. Tapi set soalnya beda,” tutur Nizam.

Ia mengatakan, komplain masyarakat terkait dugaan bocornya naskah soal UNKP yang sama dengan soal UNBK bisa menjadi masukan bagi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Kemendikbud untuk menggelar jadwal yang sama antara UNKP dengan UNBK. Selain itu juga bisa diantisipasi dengan mendorong pelaksanaan UNBK per wilayah, sehingga dalam satu kabupaten atau kota, semua sekolahnya serentak menyelenggarakan UN dengan metode berbasis komputer.

Terkait pembocoran naskah soal, Nizam mengatakan, naskah soal UN merupakan dokumen negara yang harus dirahasiakan. Mereka yang melakukan penggandaan naskah soal UN, baik dengan memfoto dengan ponsel maupun memfotokopi kemudian menyebarkannya, dapat diproses secara hukum. “Soal ujian (UN) itu dokumen rahasia yang harus disimpan dan tidak boleh di-publish sebelum hasil ujian diumumkan,” tegas Nizam.

Siaran Pers: Arahan Presiden tentang Pemasangan RPM dan Perizinan Sumber
Radiasi Pengion

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Page 1 of 12
?>