PERAN KLUSTER DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL DI KABUPATEN MAGELANG KLASTER PARIWISATA BOROBUDUR TER PDF Print E-mail
Written by humas dan protokol   
Monday, 25 January 2010 08:44
    Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik pemerintah, swasta maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku usaha lainnya. Keberadaan usaha mikro kecil menengah perlu didorong dan diarahkan melalui pemberian pelayanan perijinan yang mudah, peningkatan SDM, fasilitasi kemitraan dengan pelaku usaha yang besar.
    Sebagai gambaran jumlah UMKM di Kabupaten Magelang tahun 2008-2009 berjumlah 38.198 dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 85.174 orang dengan nilai investasi berjumlah Rp.330,9 Milyar. Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah masih tetap memberi kontribusi yang tinggi pada perekonomian (PDRB) Kabupaten Magelang. Sektor industri pengolah memberikan kontribusi 18, 72 persen, sektor perdagangan,hotel dan restoran 15,19 persen dan sektor pertanian 29,40 persen terhadap PDRB Kabupaten Magelang.
     Dalam rangka pemberdayaan usaha mikro kecil menengah secara berkesinambungan dan berkelanjutan telah dikembangkan model pembangunan berbasis klaster. Klaster merupakan kemitraan antar kegiatan ekonomi sejenis (horizontal) dan punya hubungan hulu-hilir (vertikal) yang saling bekerjasama membentuk multiply-chain dengan tujuan meningkatkan daya saing produk dan memperluas multiplier-effect kepada kelompok pelaku ekonomi terbawah. Konsep klaster tidak mengenal batas wilayah administrasi.Kabupaten Magelang telah membentuk dan memfasilitasi 5 (lima) klaster yaitu : Forum Rembug Kluster Pariwisata Borobudur. Klaster ini dibentuk tahun 2005 .Klaster Pahat Batu Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan dibentuk tahun 2006 . Klaster Slondok dan Puyur Desa Sumurarum Kecamatan Grabag dibentuk tahun 2006. Klaster Pertanian Buah Salak Kecamatan Srumbung dibentuk tahun 2006. Klaster Pertanian Sayur Mayur Kecamatan Dukun dibentuk tahun 2006.
    Sementara itu Forum Rembug Kluster Pariwisata Borobudur keluar sebagai kluster terbaik 2009 se- Jawa Tengah, yang penyerahan penghargaanya telah dilaksanakan pada acara workshop dan pameran Kluster Regional eks Karesidenan Kedu yang berlangsung pada 17 Desember 2009 di Gedung Pertemuan Bapas 69, Kabupaten Magelang. Keberhasilan suatu strategi kebijakan seperti halnya klaster ini memerlukan keterlibatan aktif dan komitmen dari pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, perbankan dan masyarakat yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan daya saing usaha mikro kecil menengah dan peningkatan pendapatan masyarakat. Hussein/Humprot.
          Mengetahui,
Kepala Bagian Humas Protokol


  Drs. Djanu Trepsilo, MM
Nip.196001121993031008
Last Updated on Monday, 25 January 2010 08:50