SMS Center Dari AMIN : saya mau tanya kalau membuat akta klahiran lbh dri 60hri kena dnda 25rb dnda itu dihitung perbulan atau gma.swn , Jawaban : tidak di hitung perbln, utk pencatatn akta sblm sampai 60 hari sejak kelahiran GRATIS, jika lbih dari 60 hari kena denda/ bayar 25 rb(disdukcapil) || Dari NAMA : mengapa nomor KK 3308122803160003 kami belum terinput di sistem adminduk nasional. Sehingga nomor KK kami tdk dikenali , Jawaban : data kami adalah data terbaru,bila ada instansi lain yg menggunakan dan tdk sama berarti blm update data dari kami,info lbih lanjut silahkan dtng ke capil(disdukcapil) || Dari AMIN : saya mau tanya gimana cara mengurus akta kelahiran sdangkan ank sya sdh umur 2th apa saja syaratnya dan berpa biayanya?swn , Jawaban : ke Disdukcapil dgn membawa srt kelahiran , fc KTP-el ortu dan fc KTP-el 2 orang saksi, fc KK,utk pencatatan akta kelahiran lbih dri 60 hr kena denda 25 rb(disdukcapil) || Dari ADE TEGUH FEBRIANTO : saya domisili di semarang,apakah pembuatan KTP-el bisa dilakukan di disdukcapil magelang?jika bisa persy , Jawaban : Pada Prinsipnya bisa baik rekam maupun cetak e-KTP Luar Domisili, tapi utk sementara Aplikasi Cetak Luar Domisili masih error(disdukcapil) || Dari MUH IKHSAN : bikin e ktp brp hr prosesy? , Jawaban : Sesuai Perda Kab. Magelang pengurusan Administrasi kependudukan maksimal 14 hari(disdukcapil) || Dari MUH IKHSAN : E ktp sy dr th 2013 smp skrg blm jadi krn mslh status,kira kira kl durus lg brp hari jadiy??? , Jawaban : silahkan ke disdukcapil dgn membawa berkas, nti kita pelajari permasalahannya dan kita kasih solusi(disdukcapil) || Dari LUSI YOLANDA : Syarat untuk pembuatan Koperasi apa saja ya? , Jawaban : akta pendirian,AD/ART,Daftar hadir rapat pembentukan, berita acara pembentukan koperasi dll.info lebih lengkap silakan konsultasi langsung ke kantor kami(disperinkop) || Dari SULAIMAN : bisakah membuat akta kelahiran tanpa ada surat lahir? Dulu lahir lewat dukun, sudah ke kelurahan tetapi tidak bisa , Jawaban : bisa, silahkan ke Disdukcapil dgn membawa surat kelahiran dari desa, fc KTP-el ortu dan fc KTP-el 2 orang saksi, fc KK,ijazah SPTJM( blangko di dinas )(disdukcapil) || Dari SULAIMAN : adakah denda untuk keterlambatan membuat akta kelahiran yang lebih dari 1 tahun? Terima kasih. , Jawaban : sesuai perda kab.Magelang pengurusan akte kelahiran lebih dari 60 hari stlh kelahiran kena denda 25 rb(disdukcapil) || Dari HENDRA : syarat pencatatan pernikahan di kab magelang apa saja? saya ktp mgl sdg calon istri ktp bangka. thx , Jawaban : utk muslim bisa menghub KUA, non muslim ke Disdukcapil dgn membawa srt ket perkawinan dr pemuka agama, fc akta kelhrn, fc KTP,KK, srt ket baptis,srt nikah dri disdukcapil domisili,syrt lain ke disdukcapil(disdukcapil) || Dari EVIA NURAINI : Jam brp kantor capil ttup pada hari sabtu bsk? Trims , Jawaban : utk bsok sabtu tgl 2 juli 2016, jam pelayanan pendaftaran sampai dengan jam 12.00 WIB(disdukcapil) || Dari DWI YUNIYARTI : apakah data kk suami saya belum diupdate karena dalam kk anak ada 2 tapi saat didaftarkan bpjs hanya muncul 1 , Jawaban : sdh update, di sistem database kami tercetak sesuai KK yaitu dgn 2 putra(disdukcapil) || Dari WIDIYARTO : Sugeng enjang, mau tanya utk pengurusan KK berapa hr dan KTP berapa hr selesai. Mtnw , Jawaban : sesuai Perda pengurusan KK dan KTP maksimal 14 hari(disdukcapil) || Dari DWI : slmt siang, kalau mau kerjasama pelatihan UMKM menghubungi siapa ya ? Trims , Jawaban : silakan datang ke kantor Dinas Perinkop dan UMKM pada jam kerja menemui staf bidang industri atau bidang UMKM (disperinkop) || Dari THADIN : apa saat ini ada program bantuan dana untuk usaha ukm? , Jawaban : Sejak tahun 2011 sudah Tidak ada lagi program dana bergulir. silakan langsung akses program kredit lunak untuk UMKM atau KUR melalui perbankan (disperinkop) || Dari MUHAMAD HUSNUL KHULUQ : mohon info domisili sesuai database. Smpat cek lwat apps domisilinya beda. Trims , Jawaban : NIK dan nama tsb di adatabase kami tercatat berdomisili di ds Argopeni RT/RW 5/4 Sudimoro, Srumbung, Magelang(disdukcapil) || Dari EVIA NURAINI : Apa sajakah syarat utk mengubah agama di ktp? Posisi sy skrg muslim mau pindah ke katolik. Trims , Jawaban : Surat pernyataan pribadi, surat ket dari pemuka agama/ gereja, FC kk, Fc KTP(disdukcapil) || Dari NURI : Untuk Legalisir KK & KTP apakah di disdukcapil? , Jawaban : ya di disdukcapil, atau di kecamatan sesuai kebutuhan(disdukcapil) || Dari NURI : Kartu Keluarga saya masih yg lama tanda tangan camat, belum catatan sipil. Apakah KK itu masih bisa dipakai/masih aktif? , Jawaban : KK dinyatakan masih berlaku/ aktif jika nomor KK sudah 3308 dan tidak ada perubahan elemen datanya(disdukcapil) || Dari RIAN : tanya data kependudukan atas NIK 3308206404900001 , Jawaban : mohon maaf data identitas bersifat rahasia, jika membutuhkan data tsb silahkan datang langsung ke disdukcapil(disdukcapil) ||

Kecamatan Borobudur Tempat warisan Mahakarya (Candi Borobudur) PDF Print E-mail
Thursday, 07 January 2010 11:55
KECAMATAN BOROBUDUR WILAYAH TEMPAT WARISAN MAHAKARYA ( CANDI BOROBUDUR)
BOROBUDUR, Monumen yang sangat impressive dan berasal dari jaman Dinasi Syailendra ini bukan merupakan candi, melainkan merupakan gundukan tanah didalam tumpukan batu. Ini adalah potret batu dari Budha Mahayana cosmic system. Berdasarkan atas tulisan yang terdapat pada “kaki” tertutup dari Candi Borobudur yang berbentuk huruf Jawa kuno yang berasal dari huruf pallawa, maka dapat diperkirakan tahun berdirinya Candi tersebut, yaitu pada tahun sebelum 850 Masehi, pada waktu pulau Jawa dikuasai oleh keluarga raja-raja Sailendra antara tahun 832-900. Jadi umurnya sudah lebih dari 1.100 tahun dan lebih tua sekitar 300 tahun dari Candi Angkor Wat di Kambodja. Candi ini terdiri dari 2 juta bongkah batu dan mencapai 60.000 cubic meter, sebagian merupakan dinding-dinding berupa relief  yang mengisahkan ajaran Mahayana. Ukuran sisi-sisinya 123 meter, sedang tingginya termasuk puncak stupa yang sudah tidak ada karena disambar petir 42 m. Yang ada sekarang tingginya tinggal 34,5 m.   

 

Penemuan Borubudur

Tidak pernah terlintas oleh Pemerintah Hindia Belanda bahwa suatu ketika Nusantara ini akan dikuasai oleh Inggris. Gubernur Jenderal yang mengurusi masalah tanah jajahan di Timur, Lord Minto harus mendelegasikan kekuasaan di Nusantara ini kepada Letnan Gubernur Jendral Sir Thomas Stamford Raffles. Raffles mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap budaya timur, sehingga ketika pada tahun 1814 mendapat laporan tentang ditemukannya reruntuhan yang diperkirakan candi, segera mengutus perwira zeni HC Cornelius untuk ke Bumi Segoro. Itulah awal diketemukannya Borobudur yang terpendam entah sejak kapan dan apa penyebabnya. Misteri yang sampai kini belum terungkap.

 

Sayang, tahun 1815 Inggris harus angkat kaki dan mengembalikan tanah jajahan kepada Belanda. Bagi Belanda, peninggalan sejarah juga tidak kurang menariknya. Pada 1834 Residen Kedu bernama Hartman yang baru dua tahun menduduki jabatan mengusahakan pembersihan Borobudur. Stupa yang ternyata puncak candi diketahui sudah menganga sejak ditangani Cornelius 20 tahun sebelumnya..

 

Selama kurun waktu 20 tahun itu tidak ada yang bertanggung jawab terhadap kawasan penemuan. Pada tahun 1842 Hartman melakukan penelitian pada stupa induk. Dalam budaya agama Buddha, stupa didirikan untuk menyimpan relik Buddha  atau relik para siswa Buddha  yang telah mencapai kesucian. Dalam bahasa agama, relik disebut saririka dhatu, diambil dari sisa jasmani yang berupa kristal selesai dilaksanakan kremasi. Bila belum mencapai kesucian, sisa jasmani tidak berbentuk kristal dan tidak diambil. Bila berupa kristal akan diambil dan ditempatkan di dalam stupa. Diyakini bahwa relik ini mempunyai getaran suci yang mengarahkan pada perbuatan baik. Pada setiap upacara Waisak, relik ini juga dibawa dalam prosesi dari Mendut ke Borobudur untuk ditempatkan pada altar utama di Pelataran Barat. Relik yang seharusnya berada di dalam stupa induk Borobudur hingga kini tidak diketahui siapa yang mengambil dan di mana disimpan.

 

Demikianlah, Borobudur yang ditemukan pada tahun 1814 mulai ditangani di bawah perintah Hartman antara lain dengan mendatangkan fotografer, pada tahun 1845 bernama Schaefer, namun hasilnya tidak memuaskan. Itulah sebabnya pada tahun 1849 diambil keputusan untuk menggambar saja bangunan Borobudur. Tugas mana dipercayakan pada FC Wilsen yang berhasilkan menyelesaikan 476 gambar dalam waktu 4 tahun. Ada seorang lagi yang ditugaskan untuk membuat uraian tentang Borobudur yang masih berupa duga-duga, yaitu Brumund. Hasil Wilson maupun Brumund diserahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda kepada Leemans pada 1853 yang baru berhasil menyelesaikannya pada 1873 . Selama penggarapan  gambar yang duga-duga itu, oleh Hartman Borobudur dijadikan tempat rekreasi. Pada puncaknya didirikan bangunan untuk melihat keindahan alam sambil minum teh. Pembersihan batu-batuan terus berlangsung, ditempel-tempel asal jadi menurut dugaan asal-asalan saja.

 

Anugerah untuk Raja

 

Borobudur dibersihkan dari hari ke hari, hingga makin menarik. Sungguh fantastis bagi para penguasa Belanda menikmati pemandangan indah di atas bangunan kuno yang sedemikian besar.

 

Pada tahun 1896, Raja Thai, Chulalongkorn datang ke Hindia Belanda. Sebagai penganut  agama Buddha  tentu tidak akan melewatkan untuk menyaksikan bangunan stupa yang didengung-dengungkan oleh para pejabat pemerintah kolonial. Entah bagaimana ceriteranya, Pemerintah Belanda menawarkan Raja untuk membawa bagian dari batu-batuan Borobudur. Menurut catatan tidak kurang dari 8 gerobak melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Diantara yang diangkut ke Negara Gajah Putih tersebut ada 30 lempeng relief dinding candi, 5 buah patung Buddha, 2 patung singa dan 1 pancuran makara.

 

Bilamana kita berada di istana Raja Bhumibol Adulyagej kita dapat saksikan batu-batuan Borobudur yang terawat baik hingga kini. Sebagai negara yang sebagian besar menganut Buddha, rakyat menyampaikan hormat dihadapan patung Buddha  asal Borobudur sebagai lambang kebesaran Gurunya.

 

Jadi, jauh sebelum batu-batuan Borobudur ditempatkan sebagaimana mestinya, bagian dari batu-batuan yang berada dalam istana dynasti Cakri telah diperlakukan dengan baik, karena keluarga raja di sana mengerti simbol-simbol yang terkandung dalam bagian kecil peninggalan agama yang dianutnya.

 

Pemugaran

 

Pada tahun 1882 ada usul untuk membongkar seluruh batu-batuan Borobudur untuk ditempatkan dalam suatu museum. Usul ini tidak disetujui, bahkan mendorong usaha untuk membangun kembali reruntuhan hingga berbentuk candi. Dorongan lain untuk lebih membuka tabir misteri dalah diketemukannya satu lantai lagi dibawah lantai pertama candi oleh Vzerman pada 1885.

 

Pada tahun 1900 dibentuklah Panitia Khusus perencanaan pemugaran Candi Borobudur. Setelah bekerja dua tahun, maka Panitia menyimpulkan bahwa tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pemugaran yaitu:

 

Pertama      :  segera diusahakan penaggulangan bahaya runtuh yang sudah mendesak dengan cara memperkokoh sudut-sudut bangunan, menegakkan kembali dinding-dinding yang miring pada tingkat pertama, memperbaiki gapura-gapura, relung serta stupa, termasuk stupa induk.

 

Kedua        :  mengekalkan keadaan yang sudah diperbaiki dengan cara mengadakan pengawasan yang ketat dan tepat, menyempurnakan saluran air dengan jalan memperbaiki lantai-lantai serta lorong-lorong.

 

Ketiga        :  menampilkan candi dalam keadaan bersih dan utuh dengan jalan menyingkirkan semua batu-batuan yang lepas untuk dipasang kembali serta menyingkirkan semua bangunan tambahan.

 

Pada tahun 1905 keluarlah Keputusan Pemerintah Kerajaan Belanda yang menyetujui usul Panitia dengan penyediaan dana sebesar 48.800 gulden untuk menunjuk Insinyur zeni T.van Erp.

 

Pemugaran dimulai pada Agustus 1907 yang berhasil diselesaikan pada tahun 1911. Dengan demikian, Borobudur dapat dinikmati keindahannya secara utuh.

 

Setelah proklamasi kemerdekaan, pada tahun 1948 Pemerintah RI yang masih dalam penataan negara memperhatikan kerusakan Borobudur yang sudah diketahui sejak 1929 dengan mendatangkan dua orang ahli purbakala dari India. Sayang usaha ini tidak ada kelanjutannya. Pada tahun 1955 pemerintah RI mengajukan permintaan bantuan kepada Unesco untuk menyelamatkan berbagai candi di Jawa, tidak terkecuali Borobudur . Usaha lebih mantap baru dimulai pada tahun 1960 yang terhenti karena pemberontakan G.30.S/PKI ketika bangsa dan negara mengkonsentrasikan diri menyelematkan masa depan yang hampir saja dikoyak komunis.

 

Pemugaran candi secara serius baru terlaksana pada masa Orde Baru, melalui SK Presiden RI No.217 tahun 1968 tanggal 4 Juli 1968 dibentuk Panitia Nasional yang bertugas mengumpulkan dana dan melaksanakan pemugaran. Tahun berikutnya Presiden membubarkan Panitia tersebut dan membebankan tugas pemugaran kepada Menteri Perhubungan.

 

Tahun 1973 diresmikan permulaan pemugaran yang selesai pada tanggal 23 Februari  1983. Usaha penyelamatan ini adalah yang paling mantap dalam sejarah perawatan Borobudur .

 

Candi itu mempunyai 9 tingkat, yaitu : 6 tingkat di bawah,: "tiap sisinya agak menonjol berliku-liku, sehingga memberi kesan bersudut banyak. 3 tingkat diatasnya:'' berbentuk lingkaran. Dan yang paling atas yang disebut sebagai tingkat ke-10 adalah stupa besar ukuran diameternya 9,90 m, tinggi 7 m.

 

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang yang dulunya dipakai sebagai tempat memuja seperti candi-candi lainnya. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit, kedua tepinya dibatasi oleh dinding candi, mengelilingi candi tingkat demi tingkat.



Candi Borobudur






Dari satu tingkat lainnya di empat penjuru terdapat pintu gerbang masuk ke tingkat lainnya melalui tangga. Di lorong-lorong inilah para umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Upacara itu disebut pradaksima


Tingkat-10

 

Sejarawan Belanda Dr. J.G. Casparis dalam desertasinya untuk mendapat gelar doctor pada tahun. 1950 mengemukakan, bahwa Borobudur yang bertingkat 10 menggambarkan secara jelas terlihat filsafat agama Buddha Mahayana yang disebut “Dasabodhisatwabhumi”.  Filsafat itu mengajarkan, bahwa setiap orang yang ingin mencapai tingkat kedudukan sebagai Buddha harus melampaui 10 tingkatan Bodhisatwa. Apabila telah melampaui 10 tingkat itu, maka manusia akan mencapai kesempurnaan dan menjadi seorang Buddha.                            

 

Dr. J. G. Casparis berpendapat, bahwa sebenarnya Borobudur merupakan tempat pemujaan nenek moyang raja-raja Sailendra, agar nenek moyang mencapai ke-Buddhaan. Sepuluh tingkat Borobudur itu juga melambangkan, bahwa nenek moyang raja Sailendra yang mendirikan Borobudur itu berjumlah 10 orang. Berdasarkan prasasti Karangtengah bertahun 824 M dan prasati Kahulunan bertahun 824 M. Dr. J.G. Casparis berpendapat bahwa pendiri Borobudur adalah raja Sailendra bernama Samaratungga, kira-kira disekitar tahun 824. Bangunan raksasa itu kiranya baru dapat diselesaikan oleh puterinya yaitu Ratu Pramodawardhani.

 

Dalam hal tersebut para ahli belum terdapat kata sepakat.



Tingkatan –Tingkatan Borobudur

 

Pada tahun 1929 Prof. Dr. W.F. Stutterheim telah mengemukakan teorinya, bahwa Candi Borobudur itu hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semsta yang menurut ajaran Buddha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1). Kamadhatu; (2). Rupadhatu; dan (3). Arupadhatu.




Bagian “kaki” melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu (keinginan) yang rendah, yaitu dunia manusia biasa seperti dunia kita ini.



Rupadhatu, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi maish terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara” yang memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu).

 

Arupadhatu, yaitu “alam atas” atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, tidak ber-relief.            

 

Patung-patung Dhayani Buddha

 

Pada bagian Rupadhatu patung Dhayani Buddha digambarkan terbuka, ditempatka di lubang dinding seperti di jendela terbuka. Tetapi dibagian Arupadhatu patung-patung itu ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti didalam kurungan. Dari luar masih tampak patung-patung itu samar-samar.

 

Cara penempatan patung seperti tersebut rupanya dimaksudkan oelh penciptanya untuk melukiskan wujud samar-samar “antara ada dan tiada” sebagai suatu peralihan makna antra Rupadhatu dan Arupadhatu.

 

Arupa yang artinya tidak berupa atau tidak berwujud sepenuhnya baru tercapai pada puncak dan pusat candi itu yaitu stupa terbesar  dan tertinggi yang digambarkan polos (tanpa lubang-lubang), sehingga patung didalamnya sama sekali tidak tampak.

 

Stupa-stupa kurungan patung-patung di bagian Arupadhatu yang bawah bergaris miring, sedang lubang-lubang seperti yang diatasnya bergaris tegak.

 

Menurut almarhum Prof. Dr. Sucipta Wirjosaputro lubang-lubang seperti tersebut merupakan lambang tentang proses tingkat-tingkat lenyapnya sisa nafsu yang terakhir.

 

Lubang-lubang yang bergaris miring (lebih rendah dari lainnya) menggambarkan, bahwa di tingkat itu masih ada sisa-sisa dari nafsu, sedang pada tingkat di atasnya yang bergaris tegak menggambarkan nafsu itu telah terkikis habis, dan hati pun telah lurus. 

 

Pada tahun 1814 Sir Thomas Stanford Raffles menggali candi yang terkubur berabad abad ini. Restorasi secara besar-besaran dilakukan dari tahun 1905 sampai 1910 dipimpin Dr.Tb. van Erp. Restorasi susulan dibantu oleh UNESCO sampai pada tahun 1983.



Pada hakekatnya Borobudur itu berbentuk stupa, yaitu bangunan suci agama Buddha yang dalam bentuk aslinya merupakan kubah (separoh bola) yang berdiri atas alas dasar dan diberi payung di atasnya.

 

Relief pada dinding-dinding candi Borobudur itu menurut Drs. Moehkardi dalam majalah Intisari jumlahnya ada 1460 adegan menghias candi Brobudur, tiap relief menggambarkan ceritera kehidupan Buddha Gautama, sedang relief yang merupakan dekoratief (hiasan) ada 1212 buah. Panjang relief itu kalau disambung-sambung seluruhnya dapat mencapai 2.900 m, jadi hampir 3 km.   Jumlah arcanya ada 505 buah, terdiri dari : -Tingkat ke-1 Rupadhatu ditempat arca-arca Manushi Budha sebanyak 92 buah; -Tiga tingkat selebihnya masing-masing mempunyai 92 buah arca Dhyani Buddha; -Tingkat di atasnya mempunyai 64 arca Dhyani Buddha.   

 

Selanjutnya di tingkat Arupadhatu terdapat pula arca-arca Dhyani Buddha yang dikurung dalam stupa, terletak pada tingkatan yang berbentul lingkaran dan masing-masing tingkat sebanyak : 32, 24 dan 16 sejumlah 72 buah.

 

Akhirnya di stupa induk paling atas, dahulunya terdapat pula sebuah patung Sang Adhi Buddha, yaitu Buddha tertinggi dalam agama Buddha Mahaya. Maka julah seluruhnya adalah 3 x 92 buah jumlah 432 + 64 + 1 = 505 buah.

 

Permainan angka yang mengagumkan.

 

Drs. Moehkardi mengemukakan adanya permainan angka dalam Candi Borobudur yang juga amat mengagumkan, sebagai berikut :

 

Jumlah stupa di tingkat Arupadhatu (stupa puncak tidak di hitung) adalah: 32, 24, 26 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4:3:2, dan semuanya habis dibagi 8.

 

Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat tsb. Adalah: 1,9m; 1,8m; masing-masing bebeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9m; 1,8m; 1,7m.

 

Beberapa bilangan di borobudur, bila dijumlahkan  angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Diduga bahwa itu memang dibuat demikian yang dapat ditafsirkan : angka 1 melambangkan ke-Esaan Sang Adhi Buddha.

 

Perhatikan bukti-buktinya dibawah ini :

 

Jumlah tingkatan Borobudur adalah 10, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya : 1 + 0 = 1. Jumlah stupa di Arupadhatu yang didalamnya ada patung-patungnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 10.

 

Jumlah patung-patung di Borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.

 

Sang Adhi Buddha dalam agama Buddha Mahaya tidak saja dianggap sebagai  Buddha tertinggi, tetapi juga dianggap sebagai Asal dari segala Asal, dan juga asal dari keenam Dhyani Buddha, karenanya ia disebut sebagai “Yang Maha Esa”.

 

Demikianlah keindahan Borobudur sebagai yang terlihat dan yang terasakan, mengandung filsafat tinggi seperti yang tersimpan dalam sanubari bangsa Timur, khususnya bangsa kita.

 

Share
Update terakhir  Dibaca: 5786 kali.
 
?>