Penambang diminta waspada Intensitas hujan di Merapi meningkat PDF Print E-mail
Written by Humas dan Protokol   
Saturday, 21 November 2009 07:47
     Intensitas curah hujan di kawasan Gunung Merapi dalam beberapa pekan terakhir, semakin meningkat. Bagi para pendaki yang ingin naik ke puncak gunung bertipe strato itu diharapkan untuk selalu waspada.

     "Pendakian ke puncak Merapi bisa ditempuh melalui wilayah Selo, Boyolali, dan Pos Babadan, Dukun, Magelang. Hujan sudah terjadi di Merapi, hendaknya pendaki selalu waspada," saran Kasi Gunung Merapi Dra Sri Sumarti, kemarin.

     Dia mengemukakan hasil pengamatan hujan periode 9-15 November 2009. Di Pos Kaliurang, curah hujan terjadi 10 kali sebesar 79 mm dengan durasi 326 menit. Di Pos Ngepos, terjadi 7 kali sebesar 180 mm selama 610 menit; di Pos Babadan, 2 kali sebesar 3 mm selama 65 menit; di Pos Jrakah, 3 kali sebesar 190 mm selama 190 menit; di Pos Selo 2 kali sebesar 16 mm selama 215 menit.

     "Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 48 mm per jam selama 80 menit terjadi di Pos Ngepos, pada 9 November 2009. Hujan sudah terjadi di Gunung Merapi, tapi Kubah Lava 2006 tak mengalami perubahan morfologi yang signifikan," ujar Sri Sumarti.

     Sedangkan hasil pengamatan visual, katanya, asap solfatara berwarna putih tipis sampai tebal, tekanan lemah, tinggi asap maksimum 550 meter dari puncak teramati di Pos Kaliurang pada 10 November 2009 pukul 06.28. Guguran lava tidak teramati.

     Kemudian, suara guguran terdengar dua kali dari Pos Babadan pada 10-12 November 2009. Api diam tidak teramati dan awan panas tidak terjadi. Di samping itu, puncak Merapi cerah pada pagi hari, siang hingga malam hari berkabut.

     Dari data kegempaan, kata dia, menunjukkan adanya gempa guguran hingga 33 kali, gempa MP 21 kali dan gempa tektonik 14 kali. Gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam dan gempa low frekuensi tidak terjadi. Data kegempaan masih dalam batas normal.

     Pemantauan deformasi belum menunjukkan adanya perubahan signifikan di mana hasil pengukuran EDM dari pos-pos pengamatan rata-rata kurang dari 1 cm. "Hasil pengamatan visual dan instrumental, status aktifitas Gunung Merapi normal," simpul Sri Sumarti.

Keselamatan diri

     Kasubid Penyelamatan dan Rehabilitasi, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan  Penanggulangan Bencana (Kesbangpol dan PB) Kabupaten Magelang, Heri Prawoto, mengingatkan para penambang pasir di alur sungai yang berhulu di kaki Merapi, agar lebih waspada.

     Mengingat intensitas curah hujan di Merapi semakin tinggi, katanya, ancaman bahaya berupa banjir lahar dingin bisa datang secara tiba-tiba. "Demi keselamatan diri, mereka jangan lengah, Kalau melihat puncak Merapi diguyur hujan, segera menjauhi dasar sungai," sarannya.

     Terkait pemantauan ancaman bahaya alam di kawasan Merapi, menurut Heri, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah elemen masyarakat. Antara lain, Peduli Merapi, Kompak Merapi, Pasag Merapi dan Paguyuban Kendit Merapi.

     Anggota Kompak Merapi tersebar di wilayah Srumbung, dan Peduli Merapi di Kecamatan Sawangan dan Dukun. Untuk Pasag Merapi di wilayah Sawangan Dukun dan Srumbung. Begitu juga anggota Paguyuban Kedit Merapi yang berasal dari Linmas desa.

     "Informasi perkembangan situasi di masing-masing wilayah dikoordinasikan dan disampaikan melalui alat komunikasi gelombang pendek. Termasuk dengan Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten," tutur Heri.

***)Widodo Anwari Humas & Protokol
Last Updated on Saturday, 21 November 2009 07:52