Penyakit Virus Kuning Pada Cabe PDF Print E-mail
Written by Dinas Pertanian   
Sunday, 30 August 2009 10:36
   Saha budidaya tanaman cabe sangat menantang disamping punya prospek cerah. memang kendala dilapangan banyak.
Para petani cabe sudah menyadari kalau tanaman cabe sangat riskan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
   Oleh karena itu upaya perawatan tanaman cabe secara intensif diperlukan. Tanaman cabe dapat tumbuh dan berkembang dengan baik asal gangguan OPT dapat terdeteksi secara dini. Sehingga tanaman selamat dan kerugian pun dapat dihindari. Pada hakekatnya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Intensitas serangan OPT pada level berat  dapat menurunkan produksi, bahkan bisa gagal panen.
   Untuk itu petani kita perlu memahami dan mengenali secara baik gejala-gejala yang ditimbulkan oleh serangan OPT. Kekurang pengetahuan petani akan menghambat upaya pencegahan secara dini, akibatnya setelah mengalami serangan berat, baru berusaha mencegah, sehingga kurang maksimal dan tidak efektif lagi.
   Salah satu OPT yang perlu diwaspadai adalah penyakit Virus Kuning. Penyakit ini sangat merugikan, Penyakit tanaman cabe tberupa virus kuning atau Bule sangat mengganggu. Penyakit ini disebabkan oleh serangga yang disebut Besmisia tabaci atau kutu kebul. Serangan virus kuning bisa berakibat pada penurunan produksi cabe bahkan kecenderungan gagal panen.
Secara kasat mata  gejala serangan penyakit Virus Kuning  mudah dikenali dengan ciri-ciri: Terjadi klorosis pada anak tulang daun dari daun muda dan menyebar keseluruh bagian tanaman, hingga tampak tanaman menguning, Daun mengeriting keatas, menebal dengan ukuran yang mengecil. . Pertumbuhan  terhambat atau kerdil. Jika ciri-ciri serangan penyakit Virus Kuning telah diketahui, langkah-langkah selanjutnya mengedepankan metode pengendalian secara PHT, agar supaya tanaman bisa aman tetapi lingkungan juga aman dari pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida yang  kurang bijak.
   Ajuran anuran untuk mencegah penyakit Virus Kuning agar tidak meluas diperlu beberapa langkah pencegahan agar kerugiian dapat terhendari, yaitu :
Pertama:
 melakukan sanitasi lingkungan dengan membersihkan gulma agar tidak menjadi inang bagi virus, apabila sudah ada tanaman yang terserang selayaknya dicabut kemudian tanaman yang sakit dibakar agar tidak menular ke yang lain.
Kedua:
melakukan upaya  preventif dengan penggunaan benih tahan virus kuning, penggunaan benih yang tahan virus kuning akan  meminimalisir  serangan virus.
Ketiga:
langkah mengendalikan penyakit dengan kultur teknik dan vektornya, tindakan ini dilakukan dengan cara treatment benih direndam kedalam  air hangat bersuhu 500 C selama  satu jam serta upaya isolasi pesemaian.
Keempat:
penggunaan mulsa plastik  guna menekan pertumbuhan gulma menjadi inang bagi virus penyebab penyakit kuning. mesti biayanya mahal tetapi manfaatnya  seimbang dengan hasilnya disamping pemakian mulsa akan menghemat biaya penyiangan.
Kelima:
pengendalian hama terpadu dengan upaya pemanfaatan musuh alami seperti Monochilus sexmaculatus, dengan pathogen Beauveria bassiana guna mengendalikan virus kuning. Hal ini dilakukan agar cost dapat ditekan sekaligus sebagai efektifitas pengendalian OPT.
Keenam:
penggunaan insektisida nabati, insektisida nabati sangat murah dan mudah cara pembuatan disamping resiko akan residunya rendah.
Ketujuh:
penanaman border (tanaman pembatas) seperti penanaman tanaman jagung 5-6 baris, tumpangsari cabe kubis atau cabai tomat (BPTP, 2008).
    Saran diatas diberikan agar petani cabe dapat terhindar dari kerugian yang diakibatkan serangan virus kuning. Upaya preventif dilakukan guna lebih menekan, mengisolasi tanaman jangan sampai terjangkit penyakit ini, karena bila penyakit terlanjur menyerang tanaman akan membawa dampak pada biaya pengendalian yang mahal.
Kita semua berharap agar usaha agribisnis budidaya cabe menjadi primadona bagi petani yang menjanjikan pendapatan yang tinggi. Bertolak dari tujuan tersebut dampak yang diharapkan dari agribisnis budidaya tanaman cabe adalah terjadinya perubahan  sosial ekonomi petani, sekaligus sebagai sarana mengetaskan kemiskianan dan penggangguran dipedesaan
Share
Update terakhir  Dibaca: 16261 kali.