| Berita Dinas KominfoUJI PUBLIK PENDATAAN TENAGA HONORER KATEGORI I 26/08/2010 | Administrator P E N G U M U M A NNomor : 800/1460/13/2010 |
Berita Badan Kesbang Pol PBPERSYARATAN PERMOHONAN IJIN SURVEY/RISET/KKL/PKL 04/08/2010 | Operator Badan Kesbang Linmas Dasar :Keputusan Mendagri Nomor 61 tahun 1983 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan di Lingkungan Depdagri.Keputusan [ ... ] | |
| PerekonomianUMK KAB MAGELANG 31/07/2010 | Pemda Kab Magelang Pengurus SPN ( Serikat Pekerja Nasional ) Kabupaten Magelang 2010 – 2015 kemarin Kamis 29 Juli 2010 diterima Bupati Magelang Ir.H.Singgih [ ... ] |
PemerintahanPERSONIL DIBIDANG ARSIP TIDAK DISISIHKAN 08/07/2010 | Pemda Kab Magelang Keberadaan arsip di kalangan Aparatur dan Masyarakat agar tidak lagi dipersepsikan sebagai kertas usang yang tidak berarti, tetapi sebagai do [ ... ] | |
| LainnyaGAJI KE 13 CAIR PALING LAMBAT 28 JUNI 2010 25/06/2010 | Pemda Kab Magelang Kepala Bagian Humas dan Protokol Drs. Djanu Trepsilo, MM menyampaikan Gaji ke 13 TA 2010 bagi PNS di lingkungan Pemkab Magelang paling lam [ ... ] |
KeagamaanJADIKAN AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP 22/06/2010 | Pemda Kab Magelang Bupati Magelang Ir.H.Singgih Sanyoto mengajak segenap kaum muslimin dan muslimat Kabupaten Magelang untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedom [ ... ] | |
| KesehatanDOKTER PUNYA KEMANDIRIAN KUAT 11/06/2010 | Bag Humas dan Protokol Melalui program kerja bidang pengabdian profesi, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Kabupaten Magelang, meningkatkan kerjasama antara IDI [ ... ] | Artikel Lainnya...
| |
| Membangun Demokrasi,Membangun Empati |
|
|
|
| Written by M. Faiq |
|
· Mbah Jinem (76), penduduk dusun Cawang, Desa Bulurejo kecamatan Mertoyudan meninggal dunia ketika memberikan haknya di bilik suara.
· Para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), -termasuk di Kabupaten Magelang-, kuyu dan kelelahan karena bekerja keras sampai tengah malam, subuh bahkan hari jum'at berikutnya untuk menyelesaikan tugasnya. Itulah sebuah gambaran totalitas dalam bekerja sesuai dengan peran yang dilakoninya. Semuanya mengerahkan segenap tenaga, -bahkan tidak jarang harus mengorbankan nyawa yang dimilikinya seperti 2 kejadian di atas-, demi untuk niatan menyukseskan “hajatan besar” pemilihan umum yang akan menentukan nasib Negara 5 tahun ke depan. Menutup mata atas segala kejadian di atas, jelas bukan sikap yang arif dan bijaksana. Mereka semua adalah gambaran sebuah komitmen, totalitas, tanggungjawab dan sikap pantang menyerah ketika dihadapkan kepada rumitnya mekanisme pelaksanaan dan pelaporan pemungutan suara. Banyak kritikan bahkan protes yang berlebihan, terhadap berbagai kekurangan yang ada dalam penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2009 ini, mulai dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih bermasalah menjelang hari H pelaksanaan, tertukarnya kartu suara antar Daerah Pemilihan (Dapil), menurunnya angka partisipasi pemilih, meningkatnya prosentase suara pemilih yang tidak sah serta berbagai masalah lainnya. Semua merupakan pernak-pernik Pemilu dan jelas kita sepakati harus dicarikan jalan keluar ke depan. Mencari-cari pihak yang dapat dipersalahkan atas segala kekurangan yang ada untuk sekedar mencari kambing hitam, bukanlah langkah yang arif. Cobalah kita bayangkan, hari-hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara adalah hari yang penuh dengan tekanan dan pressure. Masalah teknis bermunculan di lapangan, mulai dari tertukarnya kartu suara, -yang baru diketahui pada hari H pelaksanaan, beban pengisian blangko laporan yang begitu banyak, ketakutan dan kekhawatiran munculnya masalah dalam proses penghitungan, membuat semua petugas berada dalam tekanan hebat. Ini terjadi secara simultan pada petugas yang ada di tingkat KPPS, PPS dan PPK. Sangat mungkin, dalam kondisi fisik yang lelah dan dibawah tekanan, maka akan muncul berbagai kesalahan. Di beberapa tempat bahkan dijumpai beberapa petugas KPPS dan PPS sampai menangis tersedu-sedu, karena pekerjaannya tak kunjung usai sementara batas waktu pelaporan sudah di batasi. Dengan pemebrlakuan sistem yang baru dalam pelaksanaan Pemilu kali ini, tentunya akan banyak bermunculan persoalan di lapangan. Yang mesti kita munculkan dalam situasi ini adalah, membangun empati untuk saling menghormati peran yang dilakoni masing-masing. Kita harus mengakui bahwa yang memuaskan baru sebatas demokrasi procedural, yaitu pelaksanaan pemilu yang lancar. Keberhasilan dalam melahirkan wakil-wakil rakayt yang sesuai dengan harapan serta system pemerintahan yang lebih baik, masih membutuhkan waktu. Di sini kita harus menyadari bahwa berdemokrasipun perlu belajar dan membutuhkan proses. Yang penting kita catat adalah, ada tahapan kemajuan. Selangkah demi selangkah sudah mengarah kepada perbaikan kualitas. Janganlah kita melupakan pengorbanan pikiran, tenaga bahkan nyawa yang harus dibayarkan demi kelangsung pemilihan umum. |
10 Berita Terakhir
- UJI PUBLIK PENDATAAN TENAGA HONORER KATEGORI I
- PERSYARATAN PERMOHONAN IJIN SURVEY/RISET/KKL/PKL
- UMK KAB MAGELANG
- PERSONIL DIBIDANG ARSIP TIDAK DISISIHKAN
- GAJI KE 13 CAIR PALING LAMBAT 28 JUNI 2010
- JADIKAN AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
- DOKTER PUNYA KEMANDIRIAN KUAT
- PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI ULANG
- PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI
- Pengumuman lelang







Bripka Eko Setyono (35), anggota Polsek Ngaliyan Semarang gugur karena kelelahan, terforsir tenaganya, ketika menjalankan tugas menjaga keamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).


